Widya hendak menolak inisiatif putranya, tetapi urung. Ia meras percuma, sebab tahu seperti apa kerasnya Bayu kalau sudah menyangkut kesehatannya. Nindi keluar kamar dengan keadaan sudah rapi. Wajahnya terlihat lebih segar daripada semalam. Rambut hitamnya tampak berkilau dan tergerai indah, disertai aroma parfum wanita yang menguar. Wanita itu bergegas menuju dapur berniat untuk sarapan sebelum berangkat pemotretan. Hari ini, dia harus berangkat lebih awal dari biasanya karena lokasi pemotretan yang jauh. "Yu, mana sarapanku? Kok di meja makan gak ada apa-apa," teriak Nindi dari arah dapur. Bayu dan Widya yang mendengar teriakan itu hanya saling pandang sejenak. Kemudian Widya tampak memberi isyarat pada putranya untuk mengurus istrinya dulu. Namun, Bayu segera mengedikkan bahu acuh m

