"Kenapa mama belum balik-balik?” Shaka mondar-mandir tak tentu arah di depan pintu ruang rawat inap anak. Tangannya mengepal dengan nafas naik turun tidak beraturan. Gurat kekhawatiran tergambar jelas di wajahnya. Bukan kondisi Nirvana yang ia khawatirkan, sebab kondisi bayi itu sudah mulai stabil. Melainkan khawatir dengan Elvira yang saat ini tengah didatangi sang ibu. Sesekali matanya melirik arloji mahal yang terpasang di pergelangan tangannya. Jarum jam sudah menunjukkan pukul tiga sore, tapi sosok sang ibu belum juga terlihat sejak pamit beberapa jam lalu. Susan yang sejak tadi duduk di kursi tunggu hanya mendengus pelan menyaksikan tingkah atasan sekaligus sahabatnya. Ia menutup berkas yang belum sepenuhnya selesai dirapikan, kemudian beralih menatap Shaka dengan raut lelah berc

