Bab 38.

1992 Kata

“Kamu yakin mau datang? Kalau gak siap mending diurungkan saja,” tanya Widya sesaat sebelum mengunci pintu rumahnya. Bayu menghentikan langkahnya yang hendak menuju mobil. Jas hitam rapi yang dikenakannya terasa lebih berat dari biasanya. Ia menoleh ke arah sang ibu yang berdiri di sampingnya dengan kebaya biru keperakan. Wajah yang dirias natural khas ibu-ibu itu terlihat cemas. “Bu, ini pernikahan atasanku di kantor. Gak enak kalau gak datang,” ucapnya beralasan. "Nanti apa kata rekanku yang lain. Dikira aku belum move on dari Elvira, sementara mereka udah tahu kedekatan hubunganku dengan Susan.” Widya mengatupkan bibirnya rapat-rapat, tidak memiliki alasan lagi untuk mencegah Bayu menghadiri pernikahan Shaka dan Elvira. Bukan tanpa alasan, sebagai seorang ibu, ia hanya takut Bayu aka

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN