Keenan menarik tangannya dengan cepat begitu Achiera menoleh. Dia berpaling secepat kilat, lalu berdeham. Mata pria itu terpejam untuk beberapa waktu. Entah mengapa dia bisa merasakan perasaan aneh saat melihat Achiera sedekat ini. Kenapa juga dia bisa menyentuh wanita seperti tadi? Bukankah itu tidak sopan? Ke mana perginya Keenan yang selalu menjaga jarak dengan kaum hawa. Dia bahkan menolak semua wanita yang datang demi untuk dekat dengannya. Lalu, kenapa dia malah tergoda oleh bawahannya sendiri? Ini sungguh tidak bisa diterima akal sehat. Dia harus bisa mengontrol diri seperti biasa agar tidak tenggelam dalam ilusi. “Tenanglah, Keenan. Kamu hanya merasa dekat karena ini dibutuhkan untuk sandiwara kalian. Kamu tidak aneh. Kamu hanya terkejut karena tidak terbiasa.” Satu sisi diri Ke

