“Tidak perlu repot begini sebenarnya. Dengan kedatangan calon suami Chichi saja, kami sudah senang,” ujar Nila sambil tersenyum lebar. Mata Nila melirik setumpuk hadiah yang dibawa oleh Keenan, lalu beralih pada Achiera yang hanya mengangkat bahu. Meski tidak begitu menyukai Achiera, Nila juga bukan orang yang suka memanfaatkan seseorang. Dia memang berasal dari keluarga yang kurang mampu, tetapi bukan berarti menyukai kemewahan tanpa melihat sumbernya. Sebaliknya, hadiah Keenan membuat Nila berpikir bagaimana cara membalas hal itu saat Achiera pergi berkunjung nanti. Sebagai pihak wanita, Nila tidak mungkin membiarkan Achiera datang dengan tangan kosong. Bagaimana jika keluarga Keenan nanti mengatakan hal buruk kepada keponakannya itu? Seburuk apa pun hubungan Nila dengan ibu Achiera,

