Bab 26: Sesi Lanjutan

1929 Kata

“Sepertinya Keenan memang menyukai Chichi. Iya, kan?” “Sepertinya memang begitu, Bu. Kenapa Lisha merasa kehilangan?” Falisha memperhatikan Achiera yang duduk berdekatan dengan Keenan. Dia ikut senang karena sang adik sudah menemukan tambatan hati yang tepat. Bayangan perjumpaan dengan Achiera pertama kali melintas dalam ingatannya. Saat itu Achiera belum genap berusia lima tahun. Sementara dia sudah delapan tahun. Meski tidak banyak kenangan yang bisa diingat saat masih kecil, Falisha selalu melakukan apa pun agar Achiera tidak merasa sendiri. Dia bersyukur karena Achiera tumbuh menjadi wanita yang ceria dan mudah bergaul. Di setiap sekolah, Achiera selalu dikelilingi teman-teman yang menyayanginya. Achiera memang pantas mendapatkan semua itu. Sejujurnya, Falisha sempat beberapa kali

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN