“Jadi, Kakak sudah mendapat restu dari keluarga Chichi?” “Tentu saja. Kami bahkan mengobrol sampai larut malam. Sepetinya kami akan menjadi rekan yang baik.” Bayu mendongak saat Keenan mengatakan sesuatu yang menurutnya aneh itu. Keningnya mengerut begitu melihat sang kakak yang tersenyum sambil memandangi tangan. Dia jadi penasaran apa yang membuat seorang Keenan bisa berubah menjadi sosok lain. Sikap Keenan mau tidak mau mendorongnya untuk bertanya. “Kamu sudah menemukan sesuatu?” Pertanyaan yang diajukan Keenan membuat niat dalam hati Bayu sirna. Keenan menoleh saat sang adik tidak menjawab. Dia menyilangkan kedua tangan mengetahui Bayu yang hanya diam. Apa suaranya kurang keras sampai Bayu tidak mendengar? Atau Bayu sedang berpura-pura dan mengabaikan apa yang dia katakan? “Kamu t

