Suasana di dalam mobil terasa sangat dingin. Bayu berkali-kali memperhatikan ketiga orang yang bersamanya. Mereka tidak membicarakan apa pun sejak memasuki kendaraan. Keenan yang berada di sampingnya bahkan berpura-pura tidur. Di jok belakang, Achiera dan Melly juga tidak banyak berinteraksi. Sejujurnya, ada banyak pertanyaan yang bersarang di kepala Bayu. Akan tetapi, dia tidak memiliki cukup keberanian untuk menghadapi sang kakak yang terlihat enggan diganggu. Pun dengan kedua wanita di belakangnya. Dia menghela napas dan fokus pada jalanan yang padat. Biar bagaimana pun, dia sedang menyetir saat ini. Harus lebih berkonsentrasi. “Kenapa kamu terus menghela napas?” tanya Keenan tanpa membuka mata. Saking terkejutnya, Bayu menginjak rem secara mendadak. Mobil mereka terhenti begitu saj

