“Kenapa aku merasa kalau Kakak sedang jatuh cinta?” Bayu mengendus-endus Keenan layaknya anjing yang tengah membaui makanan. “Jauh-jauh sana. Jangan menggunakan istilah mengerikan itu padaku.” Mata Bayu menyipit menatap Keenan. Dia sangat yakin dengan pengamatannya. Berdasarkan pengalaman bertahun-tahun yang dia miliki, sulit untuk menyembunyikan masalah hati darinya. Selama rapat berlangsung, dia yakin jika sang kakak melirik Achiera lebih dari lima kali. Hal yang belum pernah terjadi sebelumnya dan ini sangat aneh. Sejak kapan Keenan suka memperhatikan seseorang seperti itu? Lain lagi dengan Achiera. Bayu juga memperhatikan wanita itu. Achiera terus menunduk selama rapat. Seakan kertas yang dipandanginya sangat berharga dan bisa menghilang jika dia berkedip sebentar saja. Intinya, Bay

