“Apa? Bulan depan?” Keenan tersenyum ketika melihat kedua mata Achiera melebar. Dia --berdiri dan menghampiri wanita itu. “Kamu begitu syok mendengar hal ini? Bukankah kamu ingin menikah?” “Saya memang ingin menikah, tapi bukan berarti harus secepat itu, kan?” Pandangan Achiera tertuju pada wajah tampan Keenan. Senyum pria itu mengembang dan membuat hatinya berdesir. Dia berpaling saat merasa tidak bisa lagi mengendalikan detak jantungnya yang menggila. Kenapa Keenan harus berpindah duduk dan membuatnya tidak tenang begini. Apa yang harus dia lakukan. Untuk menormakan jantung, Achiera bergeser sedikit. Dia nyaris saja terjatuh jika Keenan tidak menahan tangannya. Keadaan ini semakin tidak terkendali. Niat awal Achiera untuk menenangkan debar di d**a gagal. Sebaliknya, perasaan sesak ya

