“Apa kamu benaran enggak kenal sama pria di kafe tadi?” “Aku memang kayak kenal sama wajah pria itu,” jawab Achiera setelah terdiam cukup lama. Meski pria misterius terasa familier, Achiera benar-benar tidak mengingat di mana dia pernah melihatnya. Dia juga bisa mendengar gumaman pria itu yang mengomentarai tindakan cerobohnya. Kalimat itu sama sekali tidak asing. Hanya saja dia tidak ingat siapa yang pernah mengatakan padanya. Mungkin karena sudah terlalu lama. Ada banyak orang yang singgah dalam kehidupan Achiera. Dia juga tidak mampu mengingat mereka semua, bukan? Walau begitu, dia merasakan sesuatu yang aneh saat menatap pria di kafe tadi. Seakan dia sudah terbiasa dengan tatapan lembut pria berkemeja biru. Kapan dan di mana sebenarnya dia bertemu sosok itu? Ternyata melupakan sesu

