“Jadi, sebaiknya apa yang harus aku bawa waktu menemui nenek Pak Keenan?” Achiera bertopang dagu. Dia memperhatikan orang yang berlalu lalang di kafe, lalu meraih jus stroberi dan meminumnya. Cuaca siang ini cukup terik. Minuman dingin menjadi pilihan yang sangat tepat. Meski begitu, Achiera tetap merasa seluruh tubuhnya masih memanas. Dia memerlukan sesuatu untuk mendinginkan diri. Di hadapan Achiera, Melly menatap sang sahabat yang terus menerus menghela napas. Dia mengikuti arah pandang Achiera. Keramaian kafe yang mereka kunjungi bukan hal baru. Tempat itu memang terkenal dengan sajian yang sangat lezat. Terutama cake stroberi kesukaan Achiera yang lembut saat menyentuh lidah. “Kenapa enggak tanya sama Pak Keenan saja?” Itu memang bisa menjadi alternatif yang sangat baik, tetapi A

