Bab.28 Firasat Inggrid

984 Kata

Hari pertama Adelia resmi bergabung berjalan lebih cepat daripada yang Inggrid harapkan, namun setiap detiknya terasa berat. Sejak pagi hingga siang, Inggrid lebih banyak berdiam di balik layar komputernya, pura-pura tenggelam dalam laporan keuangan, sementara pikirannya terus melayang pada ruangan Seno yang pintunya sesekali terbuka dan tertutup, dengan Adelia di dalamnya. Beberapa kali Inggrid melihat Adelia keluar dari ruangan itu dengan ekspresi tenang, bahkan nyaris puas. Cara jalannya mantap, bahunya tegak, seolah ia tidak sekadar bekerja, melainkan menegaskan keberadaannya. Dan yang paling membuat Inggrid gelisah: setiap kali mata mereka bertemu, Adelia selalu tersenyum tipis. Senyum yang terlalu tenang untuk sekadar rekan kerja baru. Siang itu, Inggrid terpaksa masuk ke ruangan S

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN