Bab 40

1329 Kata

Ia berdiri dan langsung menghampiri suaminya. Arka menyambut dengan pelukan erat, lalu tanpa memperdulikan pandangan para pengunjung restoran, ia mengecup kening istrinya... lalu pipi kiri, pipi kanan, dan terakhir... Ciuman lembut di bibirnya. “Aku kangen, Sayang.” bisiknya. Safiyah membeku dalam pelukan itu. Seluruh restoran hening sesaat. Pandangan para pengunjung terperangah oleh momen romantis dan penuh kepemilikan itu. Dengan wajah merona malu, Safiyah berbalik menghadap Azzam yang masih duduk, terlihat terpaku—antara terkejut dan tertampar kenyataan. “Mas Azzam,” ucap Safiyah lembut namun tegas, “perkenalkan, ini suamiku, Dokter Arka. Kami telah rujuk sejak beberapa tahun lalu. Maaf jika tadi kamu salah paham.” Azzam berdiri, wajahnya berusaha tetap tenang. Namun jelas tatapan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN