Satu jam terasa sangat panjang. Detik berjalan lambat seperti menanti vonis hidup dan mati. Satria mondar-mandir di depan ruang operasi, sementara Alesha terus menggenggam tangannya, berusaha menenangkan. Akhirnya, pintu ruang operasi terbuka. Seorang dokter keluar dengan wajah lelah namun profesional. Semua mata langsung tertuju padanya. "Bagaimana kondisi Aulia, Dok?" tanya Pak Hartawan, buru-buru mendekat. Dokter menghela napas pelan. "Kami sudah melakukan tindakan secepat dan sebaik mungkin. Tapi… kondisi pasien masih kritis. Ia mengalami benturan cukup keras di bagian kepala dan pendarahan internal. Sekarang, Aulia kami tempatkan di ruang ICU untuk observasi ketat." Pak Hartawan menunduk, matanya memerah. Ia menarik napas panjang, menahan rasa bersalah yang menyeruak hebat. “Ter

