Bab 46

1390 Kata

Pagi itu, setelah berjalan-jalan sebentar di taman rumah sakit, Safiyah berdiri di bawah pohon rindang, pandangannya tertuju ke luar pagar rumah sakit. Seorang ibu muda tampak duduk bersandar di dekat gerbang, membawa baskom berisi beberapa bungkus nasi yang belum laku. “Mbak Rita,” lirih Safiyah, “Aku ingin beli sarapan dari ibu itu.” Rita menoleh, mengikuti arah pandang majikannya. Ia mengerutkan dahi, lalu mendekat. “Bu, makanan seperti itu kurang higienis... lebih baik kita ke kantin rumah sakit saja, saya bisa mintakan menu yang Ibu mau.” Safiyah menggeleng pelan. Matanya berkaca-kaca melihat ibu muda yang tampak lelah dan gelisah. “Aku cuma ingin bantu dia, Mbak... lihat, dagangannya masih banyak. Kasihan, pasti dari pagi belum laku.” Rita diam sejenak, lalu mengangguk mengerti

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN