Suasana di ruang keluarga memanas. Tegangan antara ayah dan anak seperti tali busur yang ditarik hingga hampir putus. Pak Alvino berdiri dengan wajah merah padam, tangan kanannya sudah terangkat—siap melayang ke pipi Alesha yang hanya menunduk sambil menangis tertahan. Namun sebelum tangan itu mendarat, Arka dengan cepat menangkap pergelangan ayahnya. “Jangan, Pa!” ucap Arka tegas. “Jangan pernah Papa lakukan itu lagi, meskipun kepada anak Papa sendiri.” “Arka, kau ikut campur urusan ini?!” bentak Pak Alvino. “Ini bukan ikut campur, Pa. Ini tentang kebenaran dan keadilan. Alesha bukan anak kecil lagi. Dan dia berhak memilih siapa yang dia cintai.” Pak Alvino menunjuk tajam ke wajah Alesha. “Dia mencoreng nama keluarga! Berciuman di depan rumah dengan pengawal—pengawal, Arka! Di depan o

