Sinta POV. “Sin…udah ah, ngapain urus urusan papimu. Pak Aris mungkin sedang menjalankan misi rahasia jadi ada di tempat ini. Kamu kan gak tau papimu sedang ada pekerjaan rahasia apa” cegah Rengga waktu aku mau menelpon papiku. Aku menatapnya. “Kenapa sih?, ini memang urusan papi, tapi aku heran aja, kok pak Aris kenapa sampai mesti terjun ke lapangan, dan bukan kawal papiku” sanggahku. Rengga diam membalas tatapanku lalu dia dia menghela nafas. “Apa papimu tidak cukup kuat untuk menjaga dirinya sendiri sampai harus di kawal pak Aris trus?” tanyanya. Gantian aku diam. “Bukankah sebelum jadi Jendral lalu duduk di belakang meja, papimu pun pernah jadi prajurit di medan perang?, pun setelah jadi perwira, bukannya papimu tetap harus bisa menjaga dirinya saat harus memimpin pasukannya?”

