POV Rengga. “Mas Rengga?, mau ziarah?” tegur bapak penunggu makam mamaku. Aku mengangguk dan tersenyum menatap si bapak yang semakin terlihat tua. Sudah lama juga mama meninggal hampir 9 atau 10 tahun lalu. “Itu bawa foto?” tanyanya lagi melihatku membawa pigura berisi foto wisudaku bersama Sinta, papa dan mama Sil. “Iya pak, mau cerita sama mama saya kalo saya sudah jadi sarjana” jawabku setelah menunjukan foto itu padanya. “Masya Allah, Alhamdulilah mas, semoga jadi orang yang berguna bagi agama, diri sendiri, keluarga, bangsa dan negara” kata si bapak. Aku langsung mencium tangannya dan dia mengusap kepalaku. Dia berdoa untukku jelas, aku harus berterima kasih. “Makasih pak doanya” kataku setelah berdiri tegak lagi. “Iya mas, udah sana temui mamanya, nanti saya temani kalo sudah

