Sinta POV. Perpect!!!, menurutku dandananku sudah sempurna dengan kebaya warna salem dan kain batik sebagai baju seragam pagar ayu di pernikahan kak Laras. Akhirnya tiba juga di acara pernikahan kak Laras. Setelah cape urus ini itu, akhirnya acaranya terlaksana juga. Subuh menjelang pagi, Rengga sudah menjemputku di rumah, karena papi dan mamiku sudah mengizinkan aku terlibat sebagai pager ayu mendampingi Rengga yang jadi pager bagus. Heran?, jangan heran, Rengga berani menghadapi papi untuk izin sekalian mengantar undangan untuk kedua orang tuaku. Aku sempat heran sih dengan sikap papiku yang tiba tiba tidak sekaku biasanya. Dia bahkan menemani Rengga ngobrol, sementara aku memberitahu maki soal perintah papi untuk menyiapkan makan siang saat Rengga dan aku datang untuk mengantar undang

