Rengga POV. Andai aku bisa menolak permintaan papaku untuk mengundang kedua orang tua Sinta dalam pesta pernikahan kak Laras dan menjadikan Sinta pager ayu pendampingku di acara tersebut, pasti sudah aku lakukan. Bagian akhirnya bisa aku terima, siapa yang akan menolak pamer punya partner pager ayu secantik Sinta?, bagian awalnya saja yang buat aku bingung gimana caranya bertemu pak Jendral. “Malah akan aneh kalo papa tidak undang papi Sinta. Beliau pasti tau papa akan mantu. Sudah sampaikan saja undangan papa, hanya itu kenapa kamu mesti segan?. Kamu mau memacari putrinya, kenapa enggan hanya sekedar papinya?. Gimana kalo kamu mesti melamar Sinta?, apa kamu tidak ada niatan melamar Sinta?, kalian pacaran sudah cukup lama” kata papa saat aku keberatan. “Kami pacaran mode aman pah, seka

