Abella, menatap wajah cantik Natasa yang terlihat bengkak. Abella, mengulurkan tangan nya ke arah wajah sang adik. "Nat, kenapa-" belum, juga Abella menyentuh wajah Natasa, dia sudah menepis tangan kakak nya.
"Jangan, menyentuh ku!" ucap Natasa dengan sinis.
Abella, menghembuskan napas kasar. dia menduga, kalau Natasa masih marah dengan nya. "Kamu, masih marah dengan kakak??" tanya Abella dengan menyesal.
Natasa, tidak menghiraukan apa yang Abella tanyakan. Natasa, malah sibuk makan dengan makanan yang ada didepan nya.
Alex, yang ada di samping Abella merasa kesal dengan sikap Adik nya, yang tidak menghargai, menghormati Abella.
Brakkk..
"Astaga!" lirih Abella, dengan memegang d**a nya dengan pelan.
Alex, menggebrak meja dengan kesal. dia sudah menahan amarah sejak semalam. kini, malah Natasa kembali berulah. "Tidak, bisa kah! kamu menghormati kakak kamu??" tanya Alex dengan nada suara dingin.
Abella, terkejut dengan apa yang di katakan Alex. Abella, memegang lengan suami nya dengan lembut. dia mencoba, menenangkan Alex yang terlihat tidak senang dengan sikap Natasa.
"Mas, tenang lah!" bujuk Abella dengan lembut
Abella, tidak ingin Natasa kenak amuk suami nya. Abella, sangat melindungi Natasa. Abella, tidak tau saja, semakin dia melindungi Natasa, semakin benci Alex dengan Natasa.
"Mas, ini bukan salah Natasa!" Abella, berusaha menjelaskan.
"Cukup!" sahut Alex dengan tegas.
Dia ingin mendisiplinkan Natasa, agar dia lebih menghormati Abella, sebagai keluarga dan kakak nya. bukan nya malah bertingkah sesuka hati nya.
Apalagi di depan Alex. Alex, sangat membenci, seseorang yang bertingkah angkuh di depan nya. terlebih lagi, menyangkut istri nya.
"Kamu, tidak seharus nya membelah nya" tegas Alex pada istri nya.
"Tapi Mas, ini memang bukan salah Natasa" Abella masih saja membelah adik nya.
Alex, menoleh ke arah Abella dengan tatapan bertanya. dia ingin tau, kesalahan apa yang di perbuat istri polos mendekati bodoh nya.
Abella, paham arti tatapan Alex. tapi, dia bingung harus memberi penjelasan apa pada suami nya. tidak mungkin, Abella mengatakan kalau Natasa, ingin di belikan Mobil.
Abella, tampak bingung dan Alex sangat paham dengan kebingungan istri nya dari tatapan mata nya. entah, apa yang Abella sembunyikan dari diri nya. "Kenapa, kamu hanya diam saja??" cecer Alex.
"Em, itu" lirih Abella.
"Kesalahan apa yang kamu buat??" tanya Alex untuk kesekian kali nya.
"Mas, lebih baik lupakan saja" elak Abella
Hemzs..
Alex, tersenyum miring mendengar apa yang Abella katakan. dia tidak menyangka, kalau Abella, sangat menutupi kesalahan Natasa. "Apa, kamu akan tetap melindungi Adik kamu, kalau kamu tau dia ingin merebut aku dari kamu" batin Alex.
"Kamu, tidak ingin mengatakan nya??" tanya Alex
"Mas, bukan begitu" lirih Abella.
"Kalau, begitu! aku akan menarik semua uang yang ada di dalam kartu milik nya" ancam Alex dengan menatap Natasa yang juga menatap nya dengan tatapan kesal.
Sedangkan Alex, menatap dengan tatapan tajam. Alex, yakin Abella tidak akan tega dengan sang adik.
Abella, menatap Natasa dengan Alex secara bergantian. dia serba salah saat ini. dia, tidak tau harus bagaimana saat ini. "Mas" lirih Abella.
"Keputusan ada di tangan kamu" sahut Alex.
Hah..
Abella, menarik napas dalam lalu dia keluarkan perlahan. dia menatap suami nya dengan tatapan tidak enak. sedangkan Alex, tidak sabar dengan apa yang Natasa lakukan.
"Mas, Natasa minta di belikan mobil" ucap Abella dengan menunduk takut.
"Mobil??" ulang Alex dengan menoleh ke arah Natasa.
"Iyah" lirih Abella.
"Untuk apa Mobil??" tanya Alex dengan dingin
"Tentu saja untuk berangkat ke sekolah" sahut Natasa.
Abella, memberikan kode pada adik nya untuk diam. tidak ikut masuk ke dalam pembicaraan Abella dengan Alex. Abella, takut kalau Alex, akan salah paham dengan nya dan Natasa.
Sedangkan Natasa tidak mau mendengarkan kode yang di berikan Abella. dia tetap saja nyerocos bak beo yang belum diberi makan.
Abella, terus saja memberi kode, namun sayang Natasa tidak peduli. dia tidak peduli dengan Abella sama sekali. dia hanya memikirkan diri nya sendiri.
"Astaga! Nat" kesal Abella.
"Mas, jangan dengarkan apa yang Natasa katakan" bujuk Abella
"Aku, memang tidak akan mendengarkan nya sayang! usai nya yang masih 18 tahun, belum punya SIM, KTP malah bertingkah" ucap Alex dengan dingin.
"Bertingkah??" ulang Natasa dengan heran.
"Diluar sana banyak pelajar yang sudah membawa mobil, motor sport, bahkan ada yang membawa mobil sport keluaran terbaru!! orang tua mereka fine-fine aja" lanjut Natasa tidak sadar diri.
Natasa membandingkan diri nya dengan anak-anak orang kaya. dia tidak sadar, kini dia dihidupi Alex. bukan jeri paya kakak nya lagi. Natasa, bukan nya sadar malah ngelunjak.
"Kalian pasang suami istri pelit" hina Natasa.
"Apa, guna nya punya suami kayak, tapi tidak mau mengeluarkan uang nya" Natasa, terus bertingkah di depan Alex.
"Natasa!!" pekik Abella.
Abella, sejak tadi sudah menahan amarah nya. mendengar semua bualan Natasa. tapi, Natasa bukan nya sadar, dia malah terus saja mengeluarkan kata-kata kasar.
"Cukup yah! kamu menghina kakak ipar kamu" tegas Abella.
"Oh, jadi sekarang aku tidak berarti di depan mata kakak?? jadi, aku harus mendengarkan bualan kalian berdua yang tidak ingin aku bahagia..??" kesal Natasa
Abella memejamkan mata indah nya. d**a nya, sesak mendengar bentakan Natasa pada nya. Abella, merasa kalau Natasa tidak ingin hidup mereka berdua tenang damai.
Ada saja yang Natasa lakukan di depan Alex. Abella ingin Natasa jadi penurut setelah semua yang dia korbankan. Abella, ingin Natasa mulai berpikir, kalau dia hanya menumpang di kehidupan suami Abella.
Bukan nya sadar Natasa malah makin menjadi. ingin ini itu dan sebagai nya. padahal Alex sudah memberikan uang jajan yang cukup banyak dalam sebulan.
"Nat, lebih baik kamu berangkat sekolah" usir Abella.
"Kamu, kalau terus mengoceh di sini akan telat" lanjut Abella.
"Kenapa, buru-buru mengusir ku?? ingin aku segera meninggalkan Mansion ini yah??" sahut Natasa.
Abella mengusap d**a nya dengan pelan. ada saja keributan di antara Natasa dan Abella. kebiasaan Natasa yang ingin menang sendiri, dia bawa dari Rumah kecil peninggalan orang tua nya ke Mansion Alex.
"Nat, kamu jangan keterlaluan! setiap hari selalu ada saja pertengkaran di antara kita! tidak bisa, kah kita rukun, akur Nat??" pinta Abella.
Abella, mengeluarkan isi hati nya. dia berharap Natasa bisa memahami nya. namun sayang, semua hanya angan Abella, adik nya malah beranjak dari duduk nya. dia meninggalkan meja makan dengan membawa sandwich yang belum dia makan.
"Ya Tuhan!" keluh Abella.
Alex, mengusap punggung istri nya. dia tidak tega melihat Abella terus di tindas Natasa. tapi, dia ingin Abella lebih tegas dengan Adik nya.
"Sayang, dia sudah besar! sudah tau mana salah dan benar" ucap Alex.
"Tapi, bagi ku! dia masih sangat dini Mas" lirih Abella.
"Usia kamu dengan nya, hanya berselisi satu tahun. kalau kamu sudah mampu dewasa, sebelum waktu nya, Natasa juga harus" Alex memberikan pengertian Abella.
Abella tidak tau harus menjawab apa, tapi dia ingin Natasa paham dengan situasi mereka saat ini. meskipun Abella, menikah dengan Alex yang dia tau sangat kaya, tapi tidak sepantas nya Abella dan Natasa menghambur-hamburkan uang Alex.
"Aku, akan sedikit tegas dengan nya" lirih Abella.
Alex tersenyum dengan mengusap pucuk kepala Abella dengan sayang. "Kamu harus tegas dengan adik kamu sayang! kalau tidak, kamu akan di kalahkan dan di buang layak nya sampah tak berguna" batin Alex.
"Yah sudah, jangan menangis! kita lanjut sarapan" bujuk Alex.
Emmm..
Abella menganggukkan kepala nya dengan pelan. Abella, memakan sarapan rendah kalori yang sudah di siapkan pelayan Mansion, tanpa mengeluarkan suara nya.
Pikiran Abella terbang melayang entah kemana. sedangkan Alex, dia paham dengan apa yang Abella pikirkan. dia tidak mau terlalu menakan Abella, untuk lebih tegas pada Adik nya.
Karena sebelum Alex hadir di tengah-tengah mereka, Abella dan Natasa hanya hidup berdua. dengan satu berjuang dan satu lagi menikmati hasil nya.