Membujuk Abella

1090 Kata

Abella duduk termenung di balkon kamar nya dengan menatap langit malam yang sangat indah. bulan purnama dan bintang gemerlap-kemerlip dilangit yang gelap. Pikiran Abella melayang-layang entah kemana. Abella, terus memikirkan perasaan nya yang tidak baik-baik saja. apalagi, Abella saat ini terus saja mendapat tekanan dari adik nya. Abella, mengusap air mata nya yang tiba-tiba saja turun dengan sendiri nya, tanpa di undang. air mata yang terus saja terus beberapa hari ini, saat Abella mengingat keadaan Natasa. Abella menangis dalam diam. terlihat dari kedua bahu nya yang mulai terguncang. Abella, menutup wajah cantik nya dengan kedua tangan nya. Hiks. Hiks.. Hiks.. "Apa yang harus aku lakukan" batin Abella dengan menarik napas dalam. Abella mengeluarkan perlahan napas dalam yang dia

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN