Meizha tersenyum dan tertawa jahil, ketika memainkan ponselnya. Dia mengambil foto Miya dan Dexter yang tidur berpelukan, dan mengiripnya ke chat grup keluarga. Tentu saja, keluarga Miya tidak percaya dan langsung datang ke kamar menginap Miya. Dan benar saja, Miya dan Dexter masih tidur begitu nyenyak. "Miy—" "Biarin, Bu," ujar Vani menghentikan niat Ibunya yang ingin membangunkan Miya. "Biarin," ulang Vani. Elen menghela nafas pasrah, dia pun tidak ingin mengganggu momen manis itu. Vani ingin agar Miya bisa mulai membuka hatinya kembali. Walau keluarganya pasti khawatir apabila Miya tersakiti untuk kesekian kalinya. Tapi mungkin, Dexter bisa mencairkan hati Miya yang membeku. Mungkin Dexter akan menjadi pria yang tepat untuk Miya. "Mei jangan berisik ya," ujar Vani. Disambut dengan a

