21. Romanticism 3.50

1069 Kata

"Kubilang juga apa ... sampe sini pasti kita rebahan dulu, 'kan." "Iya iya. Tahu." Ruth perlahan duduk. Setelahnya, perempuan itu melakukan sedikit peregangan tubuh. Sesaat kemudian Ruth kembali merebahkan tubuh. Membuat Arka mengernyit melihat kelakuan sang istri. "Rasanya aku pengen rebahan aja seharian ini, Ar," ujar Ruth seraya melingkarkan tangannya ke tubuh kekar Arka. "Kasurnya empuk banget. Persis kayak kasur di luar negeri." "Kita memang lagi di luar negeri, Sayang," ucap Arka. "Ayo kita sarapan dulu." "Ayo." 1 ..., 2 ..., 3 .... Akan tetapi Ruth tidak kunjung bangun. Arka melirik menatap Ruth. "Sayang ...," "Hm." "Kamu ga laper?" "Laper. Tapi aku mager." Arka tertawa pelan. "Ayo cepat bangun." Arka melepas pelukan Ruth lalu duduk sembari menarik Ruth. "Kita sarapa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN