Karina membalas pelukan Ruth dengan ogah-ogahan. Bahkan ia dengan sengaja mendorong tubuh adiknya itu. "Bunda, Kak Karin mah tega banget sama aku," adu Ruth. Karina berdecih. "Salah sendiri. Kamu baru ke sini pas mau berangkat ke sana. Kamu lebih tega." "Kalian tuh udah gede masih aja pada berantem." Ayah tampak tidak habis pikir dengan kelakuan kedua putrinya yang sama-sama bertingkah kekanakan. Ruth menyengir. Tidak dengan Karina. Sepertinya Ruth harus berusaha lebih keras lagi agar Karina mau berbicara dengannya lagi. "Karina, Ruth. Ke sini sebentar." Panggilan dari bunda membuat keduanya beranjak ke dapur. "Bunda butuh bantuan?" tanya Ruth. "Udah tahu pake nanya lagi!" ketus Karina. "Aku tanya ke Bunda kenapa Kak Karin yang jawab?" "Suka-suka aku dong. Mulut-mulut aku jug

