Arka memperhatikan Yumi yang tampak tengah mengaduk makanannya dengan penuh rasa cemas. Ia menyadari, mungkin saja keberadaannya saat ini menambah rasa takut dalam diri Yumi. Alhasil, lelaki itu beranjak meninggalkan Yumi sendirian. Arka membiarkan Yumi makan dengan leluasa tanpa harus membuat Yumi tidak nyaman karena keberadaannya. Edwin memasuki ruang Arka. Melihat Arka yang tidak seperti biasanya membuat Edwin benar-benar heran. Tidak biasanya Arka mendiamkan Yumi begitu saja. "Yumi ... dia udah pake seragam begitu kenapa ga lo anterin ke sekolah? Apalagi udah jam segini. Udah telat banget ini," ujar Edwin sembari menatap jam tangan yang melingkar di tangan kirinya. Arka memijit pelipis, menghela napas menatap Edwin. "Tolong suruh siapa aja buat temenin Yumi makan. Pastiin dia habis

