14. Romanticism 3.50

1318 Kata

Ruth menggeliat dalam tidur. Tidurnya mulai terganggu kala perempuan itu merasakan dengan jelas tangan kekar Arka yang mengusap pipinya. Tiba-tiba saja tubuh Ruth tersentak. Ia terbelalak. Menyadari bagaimana keadaannya saat ini. "Aku dari tadi nungguin kamu bangun." Ujaran Arka membuat Ruth bergeming untuk beberapa saat. Sesaat kemudian, ketika Arka mencium bibir Ruth ... perempuan itu tidak memberi respon apapun. Membuat Arka mengakhiri ciumannya dengan berat hati. "Kamu kenapa, Sayang?" Perlahan ... seraya menutupi bagian depan tubuh dengan selimut, Ruth bangun dari tidurnya. Menyandarkan tubuh di sandaran kasur. Ia duduk sembari menatap Arka yang ikut duduk juga menatapnya dengan kernyitan yang tampak jelas di wajah lelaki itu. "Ar, aku—" Belum sempat menyelesaikan ucapannya, f

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN