Ruu mendekat pada ayahnya yang kali ini dia tumbalkan untuk bisa bertemu dengan Lamia. Selama ini, Ruu nyaris tidak pernah menghadiri pesta pernikahan siapapun. Biasanya dia hanya akan meminta sekretarisnya untuk mengirimkan hadiah dan ucapan selamat. Apalagi, sekali lihat saja dia tahu bahwa undangan yang dikirimkan padanya semacam uji peruntungan dari pemilik hajat, entah Ruu datang atau tidak. Karena jika Ruu datang, pamor Varo akan langsung naik dan bisnisnya mulai dilirik banyak orang. Apalagi dalam kasus ini, ayahnya juga ikut serta. Dimana nyaris tidak ada yang tidak kenal dengan Parven Ansel, seorang yang berhasil menjadi kaya raya sejak muda. "Saya enggak nyangka kalau Bapak dan Pak Ruu kenal dengan Elvaro," cetus salah seorang yang sedang berbicara dengan papanya, saat Ruu me

