“Ini kita mau ke mana sih?” Sarmila mulai bertanya-tanya. Dia sudah berada di dalam mobil dengan keadaan yang tak menyenangkan. Dia cemberut bukan main, kesal dengan gangguan dari sang pacar. Angelo terkekeh mendengar betapa ketusnya pertanyaan Sarmila. Dia hanya menoleh sekilas dan mengusak rambut gadisnya dengan gemas. “Ih! Malah ngacak-ngacak lagi. Udah tau akunya bau iler gini!” Kembali dia mulai menggerutu. “Hahaha … kamu kenapa malah marah-marah begitu?” Angelo masih melajukan mobilnya tenang. “Ya kamu! Tiba-tiba nyeret aku subuh-subuh ih … apaan kali.” Sarmila masih ingat jelas dia yang tengah bermimpi indah di dalam gelungan selimut yang nyaman malah terganggu dengan Lina yang memaksanya bangun ditambah bagaimana alasan yang membuat sang bibi mengganggu tidurnya adalah Angelo

