“Hah? Apa? Kencan?!” pekiknya kencang. Telinga Angelo seketika pengang mendengarnya, mendengar Sarmila yang menjerit terkejut. “Angelo!!!” Kembali teriakan Sarmila melonglong, menyebut nama sang pacar. Benar-benar dirinya selalu mendapatkan kejutan tak biasa. Angelo sendiri tertawa mendengarnya. Senang melihat bagaimana Sarmila jengkel kepadanya. Dia merangkul bahu gadis itu, “ayo kita kencan.” Sarmila mendorong kesal tubuh Angelo yang tinggi menjulang. “Enggak! Enggak ada yang namanya kencan pakai baju tidur begini! Aku belum mandi ih ….” Sarmila merengek kesal, merasa malu bukan main dengan segala yang diperbuat Angelo. “Kenapa harus malu? Kamu cantik kok.” Sarmila mendelik, “itu pujian apa hinaan sih?! Enggak ada orang kencan belum mandi tuh, kamu mau ngajak kencan apa ngajak ri

