Belok Kanan, Mentok

1993 Kata

“Jadi ke arah mana?” tanya Dion yang masih melajukan motornya meliuk-liuk di jalanan yang sepi. Mereka melewati jalanan kawasan yang memang akan jarang dilalui kendaraan ketika jam-jam senggang. Sarmila masih berusaha mengatur pengamatannya. “Lurus aja, Yon!” Dion pun memutar kendali gas dengan tangan kanannya, melajukan motornya lebih cepat. Padahal yang dibonceng sedang gelisah. Berharap kalau matanya memang tak salah. Setidaknya dia menghembuskan napasnya lega. Arahnya benar.   Cukup lama mereka berkendara, sampai mereka benar-benar menemukan tempat kerja milik Meydi. “Ada kartu masuknya, Mas?” Satpam yang memeriksa kendaraan Dion pun meminta akses yang biasa digunakan oleh karyawan. “Eh? Duh, enggak ada. Saya mau ketemu kakak saya, ada perlu.” “Wah, enggak bisa sih Mas. Harus

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN