Jiwa Raga Tak Aman

1619 Kata

Sarmila masih dengan senyuman luar biasanya pun kini tengah memandangi Dion yang mulai melajukan motor miliknya. Tangannya melambai bersemangat kala Dion pamit kepadanya. Gentala masih saja memandang datar Sarmila. Sulit dipercaya, bagaimana cara mengukur kedewasaannya jika yang selalu dilihatnya adalah Sarmila yang bertingkah seperti anak kecil begini? Dia teringat obrolan dirinya dan Angelo siang tadi, sebelum dirinya terpaksa datang ke Hotel saat hari libur begini. ***   Flashback on “Kau mengusirnya betulan?” Angelo sudah ada di belakang Gentala saat pria itu berbalik. Gentala menatap datar sepupunya. “Kau juga, tumben sekali dekat-dekat dengan wanita muda.” Komentar Gentala tak dia ladeni. Dia sendiri merasa ingin tahu segala hal yang dimiliki oleh Sarmila. Segala hal yang b

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN