Gerbang yang Terkunci

1563 Kata

 “Aduh … kenapa buru-buru sih? Ini kan nanti juga dibetulkan lagi,” keluh Sarmila yang mendadak diminta untuk memberikan laporan kepada Angelo secara langsung. Dia masih terus saja menggerutu karena berpikir pasti akan kena revisi lagi. Sangat menyebalkan untuknya. Dengan tergesa-gesa dia memasuki lift. “Tunggu! Jangan ditutup!” sergahnya sambil menjulurkan tangan saat pintu lift hampir tertutup. Dia pun segera mengangguk berterima kasih lantas masuk ke kubik berukuran 2X2 meter itu. Lantas berdiri di pojokan sambil menunduk sebelum menekan tombol lantai yang dituju olehnya. Padahal liburan di Labuan Bajo baru saja ia rasakan kemarin tapi kenapa pekerjaan semakin banyak dan menumpuk? Ingin rasanya dia memaki Angelo, terkutuk saat pria itu sepertinya balas dendam. Setelah melewati lib

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN