“Bisa pakai helm-nya?” tanya Angelo sambil menyerahkan pelindung kepala untuk Sarmila. Sarmila tersenyum dan mengangguk. Dia merapikan anak-anak rambutnya yang selalu saja mencuat ke sana dan ke sini menghalangi pandangan matanya. “Bisa kok Om.” “Oiya, kenapa kamu masih saja tak merubah panggilanku?” protes Angelo menyadari kalau dia bahkan baru sempat protes soal panggilan yang disematkan Sarmila. “Ih, udah enak panggil begitu kok. Ayo jalan, nanti aku terlambat nih.” Pintar sekali Sarmila mengalihkan perhatian seorang Angelo. Sarmila ternganga dibuatnya, dia tak tahu kalau Angelo bisa mengendarai kendaraan roda dua. Tak ada masalah sama sekali dengan Angelo yang tinggi menumpangi motor sport besar miliknya. Mata Sarmila sudah tahu kisaran harga motor itu. Jelas tak akan murah. “Om,

