Sogokan Makan Siang

1644 Kata

Sarmila terpaku dengan mata yang membulat menatap orang-orang di depannya. Mereka sedari tadi berkerumun dan beberapa tersungkur ke depan. Sejenak hanya diam dan senyap. Namun, Sarmila mengumbar senyumannya. “Kalian mau ketemu Pak Budi ya? Haduh, maaf, saya kayaknya kelamaan, permisi.” Sarmila segera melewati sekumpulan staf yang dia ketahui pasti tengah menguping pembicaraannya. Sementara para staf dibuat ternganga, mereka seharusnya yang merasa malu malah diberikan senyuman oleh gadis itu. “Dia waras?” celetuk salah satunya.   Sarmila segera menghela napasnya pelan, dia bingung sekarang. Dia harusnya pulang bukan? Ah iya, pulang. Sarmila segera turun ke lantai dasar. “Ah, aku kan kesel sama dia, kenapa harus lewat sini sih?” gerutunya, mengingat resepsionis yang sudah menolakny

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN