“Ups!” Angelo sedikit mengangkat kedua tangannya, menyerah karena bertanda dia berhenti berkelakar dengan Gentala. Sarmila sendiri masih menunduk, mendadak dia merasa tak percaya diri setelah memasuki ruangan Gentala. Dengan plakat berbahan kaca yang tertulis di sana, tertutlis ‘Gentala Samudera Lintang’ dan di bawah nama yang terjejer itu tertuliskan CEO (Chief Executive Officer). Yang dia tahu tentunya seorang Gentala memang memiliki jabatan tertinggi di sini. Oke, itu masalah yang timbul akibat dirinya dengan lancang ingin menemui Gentala dan dia sedikit menyesal tak menanyakan apa-apa pada Gentala kemarin. “Mana lamarannya?” pinta Gentala dengan nada suara yang datar. Sarmila sedikit tegang, dia segera menyerahkan amplop coklat yang dibawa olehnya. Dia tengah merasa shock dengan

