Melihat menu makanan yang dipesan sudah ada di atas meja semakin membuat Sarmila terdiam seribu bahasa. Dia terlalu dibodohi oleh egonya sendiri, gaji tak seberapa tapi berani unjuk gigi. Bahkan dia menatap memelas kedua orang yang sudah dia bujuk untuk makan bersamanya dan dia membayarinya. Entahlah, dia terlalu polos dan baru menyadarinya saat ini. Gentala masih diam, sudah tahu reaksi apa yang akan nampak di wajah Sarmila. Namun, dia juga menikmatinya, melihat bagaimana Sarmila tersiksa sendiri malah menjadi hiburan untuknya. Angelo juga sengaja mengusili Sarmila, dia memang tahu kondisinya. Tapi dia sendiri hanya ingin membuat Sarmila tahu apa yang akan menjadi pilihannya setelah ini. Sebelumnya dia masih shock malah harus membayar. “Om, kalau enggak bawa uang lebih bagaimana?” tan

