“Stop! Stop Pak!” seru Sarmila yang memberhentikan angkot tepat di depan halte dekat area hotel Menhatten Sky. Dia segera turun dan menyerahkan uang lembaran sebesar 5 ribuan. Segera saja Sarmila menjauh, dia berjalan kaki untuk sampai di hotel. Dengan senyuman cerahnya, dia berdiri dan membaca susunan huruf yang terbentang di pagar pembatas. “Welcome to Hotel Menhatten Sky,” bisiknya seraya takjub dengan bangunan bertingkat nan tinggi menjulang itu. “Ayo, semangat Mila!” Lagi, dirinya menyemangati diri sendiri agar bisa bekerja dengan baik. Gadis itu mulai memasuki hotel, di tangannya terdapat amplop penuh berkas-berkas yang harus dia bawa seperti yang telah diberitahukan melalui panggilan seluler kemarin pagi. Dia tersenyum, berjalan congkak dengan wajah terangkat ke depan . rasa

