“Mila, kamu bersihkan kamar 301 sampai 310 ya?” perintah Oji begitu Sarmila kembali dari toilet. Dia baru saja mengganti bajunya dan sudah diharuskan bekerja oleh floor supervisor. “Siap, Bang Oji.” Mau tak mau, Sarmila harus melakukannya, setelah kemarin dia menjalani training selama tiga hari. Segera saja Sarmila membawa kemoceng, vacuum cleaner, sapu dan lap pel yang dibawanya dengan keranjang khusus peralatan bertempur miliknya. Sarmila menyeretnya penuh semangat. Dia mendapatkan shift pagi saat ini. Setidaknya dia bisa pulang sore hari dan tak harus menginap di hotel sambil bekerja membersihkan kamar yang telah dipakai oleh para tamu. Dia membuka pintu kamar 301. matanya menjelajah. Dia tak tahu kalau di lantai tiga adalah kamar premium. Yang dilihatnya tentu berbeda sekali den

