Vivian menghempaskan pinggulnya di kursi duduk berhadapan dengan seorang pria yang terlihat lebih muda dari usianya, sesekali mereka tertawa terlihat bahagia dan akrab. Leon yang melihat hal itu merasa kesal ia melempar asal apronya menghampiri mereka, apalagi saat ini bocah itu berani menyentuh wajah Vivian. Rahangnya terkatup rapat menahan amarah hingga tangannya terkepal kuat. ''Jangan mesra-mesraan di sini! Kalian pikir ini tempat buat pacaran,'' geram Leon dengan bibir terkatup seraya menggebrak meja. ''Siapa yang mesra-mesraan, orang kita mau makan kok. Iya kan, Ken?'' ucap Vivian pada Kenzo. ''Iya, lagian kamu siapa ikut campur urusan kita. Cuma pemilik resto ini aja kan?'' tanya Kenzo penuh penekanan. ''Aku gak ngomong sama kamu, bocah!'' hardik Laon menatap tajam Kenzo. '
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


