Samudra pun masuk ke dalam kamar di mana Cristal dirawat setelah kepergian Ranu, perlahan ia memutar handel pintu ia melihat Cristal masih menutupi tubuhnya dengan selimut masih marah sepertinya dengan omongannya tadi. Salahnya juga sih asal bicara. ''Maaf tadi cuma becanda, Cris. Beneran deh, swear! Gak ada maksud apa-apa.'' Samudra mengangkat jarinya membentuk huruf V seolah Cristal melihatnya. ''Bilang gimana caranya biar kamu bisa maafin aku.'' Sedih aku tuh diambekin, omelin aja deh dari pada didiemin gini.'' Perlahan Cristal pun membuka selimut yang menutupi tubuhnya. Menatap Samudra dengan tatapan jengah. ''Beneran mau ngelakuin apa aja?'' ''Iya, asal kamu gak ngambek lagi.'' ''Oke. Pegang Om kata-katanya. Aku mau pulang sekarang titik, aku gak betah di sini.'' Samudra nampak

