Hampir seharian Cristal menunggu kabar dari Samudra, tetapi ternyata hanya kecewa yang ia terima. Lelah menanti hingga tanpa sadar ia terlelap dan terjaga dengan wajah sembab, jejak air mata pun masih terasa menempel membasahi pipi. Tangan Cristal meraba, mencari ponsel miliknya. Siapa tau saat membuka mata ada kabar dari Samudra, ia pun tak sabar menekan lock screen. Kosong. Hatinya terasa berdenyut saat harapan tak sesuai kenyataan, matanya kembali mengabur bulir bening seperti akan berjatuhan kembali saat ia membuka ponsel. Namun tak ada satupun pesan atau panggilan masuk untuknya. Cristal pun berinisiatif menghubunginya lebih dulu, tetapi nomer Samudra tidak bisa dihubungi. Ia hanya bisa mendesah, kecewa. Seraya mengurut pangkal hidungnya yang terasa pening. ''Awh ....'' Perut Cris

