Semenjak mendengar Samudra akan pergi Cristal sedikit pendiam dan tak banyak bicara. Tangannya terulur menyentuh dadaa Samudra memainkan kancing kemejanya dan terkadang mengusapnya bergerak ke atas dan kebawah. Mengantarkan sensasi menggelitik yang luar biasa. Ia dapat merasakan detak jantung yang mengencang sama seperti miliknya. Samudra pun terus memandangi wajah Cristal yang terlihat muram tak seperti biasanya. ''Kok diam? Marah?'' Cristal menggeleng. Samudra mengangkat wajah Cristal mendaratkan satu kecupan singkat di bibirnya. Entah kenapa hati Cristal terasa hampa padahal orangnya masih berada di sampingnya, menjadikan tangannya sebagai bantalan bahkan tangan kiri Samudra yang bebas pun kini tengah mengusap perutnya yang masih rata. Sesekali Cristal mencuri pandang ke arah Samud

