"Cristal,'' ucap Gunawan saat melihat putri semata wayangnya berdiri diambang pintu dengan koper yang berada tangan, ia memindai penampilan Cristal dari atas ke bawah yang terlihat pucat tak seperti biasanya. Gunawan tidak pernah melihat Cristal sekacau ini pasti ada sesuatu yang terjadi padanya. ''Kamu kenapa, Nak?'' ''Gak, pa-pa, Pa. Cuma lagi banyak kerjaan dan pengen nginep di sini aja sementara, kangen sama Papa. Boleh kan?'' ''Boleh dong, Kamu kan anak papa. Jadi, bebas sampai kapanpun tinggal di sini.'' ''Makasih, Pa. Ayo, Kai masuk,'' ajak Cristal pada Kaisar yang hari ini terus menekuk wajah. Kaisar berlari duduk di sofa panjang seraya melipat tangan di depan daada yang terletak di pojok ruangan berdekatan dengan jendela.'' ''Kenapa dia?'' tanya Gunawan menatap Kaisar, karena

