Cristal tersenyum kaku seraya menjabat tangan Samudra, buru-buru ia menarik tangannya tetapi Samudra menjabat semakin erat tangan Cristal seolah tak rela melepasnya. Samudra menatap lekat iris berwarna coklat itu dengan pandangan tak terbaca, bibir Samudra kelu tak mampu mengungkapkan satu kata pun. Syok, tentu saja bertemu Cristal di waktu yang tidak tepat. Apa yang ada dipikirannya nanti. Samudra sama sekali tak menyangka, jika Cristal adalah orang yang memegang event anniversary orang tua Vivian. Sejak awal Samudra memang sudah tak berencana untuk hadir, tapi bujukan dan desakan Romi membuatnya mau tidak mau pergi ke pesta sialan ini. Sebagai tanda penghormatan katanya, tapi nyatanya justru menjadi boom merang yang menyerang balik dirinya sendiri. Shit! ''Aku seneng banget akhirnya

