Di sebuah bangunan tua Prita dan dua orang suruhannya bertemu "Bayaran kita mana, Nyonya?'' ''Apa bayaran? Ngimpi. Ngerjain tugas begini aja gak becus minta bayaran. Jangan harap,'' ketus Prita dengan berkacak pinggang. ''Ohw tidak bisa. Kamu harus tetap membayar kami atau saya akan membocorkan siap dalang di balik ini semua.'' Penjahat bertato itu mencengkram kuat rahang Prita hingga ia bergidik ngeri. ''Jangan, i-ni bayarannya. Ta-pi tolong jangan beri tahu siapa pun.'' Prita pun mengambil amplop dari dalam tasnya barulah dua penjahat itu pergi. ''Bagus aku suka ini.'' Pria bertato itu menghitung uang tersebut barulah pergi meninggalkan Prita yang menahan geram. Prita meraung sejadi jadinya karena gagal mengambil uang di brankas kantor Samudra. Ia berjalan mondar-mandir dan berpik

