Adhair menghembuskan napasnya dan berdiri untuk menghampiri Yasika, “Katakan apa yang sebenarnya terjadi, Yasika?” Tanya Adhair. Yasika mendongak saat ia mendapati Adhair sudah berdiri di hadapannya, tatapan Adhair terlihat serius dengan padanya kali ini. Yasika tetap tidak mau menjelaskan apa yang sebenarnya sedang terjadi karena ia tidak mungkin menceritakan pada mereka semua tentang suasana hatinya yang pribadi itu kan, maka ia hanya memberikan sebuah gelengan kepala pada Adhair dan kembali membuka tas miliknya. “Yasika!” Panggil Adhair kembali, menuntut agar perempuan itu secara terbuka mengatakan apa hal yang di rasakannya saat ini yang membuatnya menjadi seperti itu. Yasika mendecak dan menjawab, “Tidak ada apapun Adhair.” Namun sekali lagi, Adhair bukan orang yang bodoh yang h

