Laki-Laki Buaya!
"Praaaaangggg.." Suara piring yang sengaja di lempar dari tempatnya
"Mommy? kenapa mom?" Tanyaku pada mommy yang di balut oleh ke marahan
"Mommy sudah tidak sanggup lagi, dia b******k!" Ucap nya
"Siapa yang b******k mom?" tanyaku sambil menatap lekat wajah nya
"Laki-laki yang selama ini menjadi Papamu, dia berselingkuh dan berniat meninggalkan kitaa laraaaa.. hiksssss...hikkksssss." Jawab mommy sambil menangis yang membuat ku seketika mematung di hadapan nya
"Dia pergi bersama selingkuhan nya, meninggalkan kita dengan hutang yang banyak. mommy sudah tidak sanggup lara, perusahaan kita sudah di ambang ke hancuran semenjak papamu berselingkuh dengan pemilik butik itu." Sambungnya
"Tenang mommy, aku bisa bekerja untuk membayar hutang-hutang kita." Jawabku menguatkan nya
"Kamu mau kerja apa lara? Kuliah mu saja masih di semester akhir, kamu selesai kan saja dulu. Biar mommy yang berusaha untuk kamu sampai lulus kuliah."
"Taa..pii mom, aku ga bisa lihat momy berjuang sendirian gini."
"Laraa.. dengar mommy nak, kamu kuliah dulu sampai lulus. Setelah lulus baru kamu bisa bantu mommy sayang."
"Baiklah mom, aku sayang mommy."
***
Perasaanku sangat bingung, disisi lain aku sangat membenci papaku tapi disisi lain aku sangat merindukan nya. Cinta pertama anak perempuan nya adalah seorang papa bukan, entahlah aku seperti berada di tepian jurang sekarang. Papa kenapa kau begitu tega, meninggalkan ku dengan mommy berdua seperti ini .
Aku tidak lagi memiliki semangat hidup rasanya, hati ku selalu saja mengingat kejadian pahit yang di berikan oleh papa . Orang yang paling aku hormati ternyata adalah penghancur hidupku, rumah yang selama ini bertabur kasih sayang menjadi sangat sunyi tanpa ada nya kehidupan.
Udara yang semakin dingin, gelap, tidak ada cahaya sedikit pun dirumah ini. Aku seperti hidup tapi tak bernyawa, aku benci keadaan ku yang seperti ini. Mommy jarang pulang kerumah karena sibuk dengan pekerjaan nya, jarang sekali melihat anak nya yang begitu kesepian di rumah ini .
"Haloo?" Ujarku menelpon mommy
"Iya sayang?"
"Kapan mommy pulang?" Aku mau masakin makanan buat mommy"
"Maaf sayang.. mommy sepertinya pulang larut sekali, kamu makan duluan aja ya."
"Mom, kenapa sih selalu pulang malem terus?Aku sampai gak pernah ketemu mom, walaupun kita satu rumah."
"Sayang, kamu kan tau kerjaan mom lagi banyak-banyaknya. Ayolah lara, kita udah sering bahas ini kan."
"Hmmmmm...."
"Mending sekarang kamu makan, gak usah nunggu in mom ya. Kamu nurut ya lara, mom kerja gini demi kamu sayang."
"Baiklah, mom juga jangan lupa makan ya."
"Oke sayang, Good night laraa anak mom yang paling cantik." Dan mommy menutup nya