Falisha masih menunggu kabar dari Candra. Jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam, tapi belum ada kabar apa pun. Ada sedikit kekhawatiran dari Falisha, dia takut kalau mereka belum bisa menemukan keberadaan Rio. Falisha tidak bisa tidur sama sekali. Jangankan untuk terlelap, beristirahat saja dia sangat sulit. Kekhawatiran dan berpikir sesuatu pada Kalya terus berputar di kepala Falisha. Falisha duduk di sofa ruang tengah dengan Sofia yang masih menemaninya. Dia sudah rebah dan terlihat sangat mengantuk. “Sof, mending lo tidur aja. Lo kayak capek banget,” ucap Falisha. “Iya nanti kalau ngantuk gue pindah,” saut Sofia. Falisha pun tidak berkata apa pun lagi. Dia masih memperhatikan ponsel berharap ada kabar baik. Tiba-tiba saja satu pesan masuk ke dalam ponsel F

